KEUTAMAAN VINSENSIAN

KEUTAMAAN VINSENSIAN

Nilai-nilai baik yang dihayati sebagai cara hidup. Seringkali juga disebut sebagai sebuah kebijaksanaan hidup yang menjadi arah dan pedoman hidup seseorang.
Keutamaan juga merupakan jalan hidup yang memiliki nilai luhur karena didasarkan pada kebaikan
Ada beberapa arti:
1. Para pengikut St. Vinsensius a Paulo
2. Berdasarkan keutamaan St. Vinsensius
3. Bercirikan semangat St. Vinsensius

Bagi kita sendiri;
Didasarkan atau dilandaskan pada keutamaan St. Vinsensius dan dihayati sebuah pedoman hidup  dan di lain pihak sebagai identitas kita sebagai putra-putri Vinsensian.

Vinsensius meninggalkan aneka macam kekayaan rohani dan suri teladan yang sangat berguna bagi umat beriman. Tidak hanya itu cita-cita rohaninya dalam karya pelayanan kepada orang miskin telah mengubah wajah Gereja. Salah satu kekayaan rohani yang ia tinggalkan ialah 5 jalan hidup atau identitas hidup Kristus yang ia hayati  sebagai arah, pedoman dan petunjuk dalam sepanjang karya hidupnya. 5 keutamaan itulah yang kita kenal sebagai 5 keutamaan Vinsensian.

5 KEUTAMAAN VINSENSIAN:

1. Kerendahan hati (Humility) adalah keutamaan yang menggerakkan kita untuk mengakui sebagai ciptaan yang kecil dihadapan Allah yang  Mahabesar. Melalui kerendahan hati kita mengakui keterbatasanya, dan memandang Allah sebagai pencipta semua kebaikan sehingga menggerakkan kita untuk datang kepada Allah dan bersyukur atas pemberiannya dan menggunakannya untuk melayani sesama. Bersyukur atas anugerah-anugerah yang diterima dari Allah.
Nilai Budaya dan Karakter Kristiani  Vinsensian dalam Kerendahan hati: Bergantung pada Allah, percaya pada Penyelenggaraan Ilahi, Mengakui kelebihan dan kekurangan orang lain dan diri sendiri, mengakui kesalahan dan memperbaiki, kerjasama, melayani dll.

2. Kesederhanaan /Simplisitas (Simplicity) berasal dari kata simplex (satu lapis) berarti bukan duplex atau triplex, tidak mendua hati, hanya tunggal yakni kehendak Tuhan. Dalam hidup sehari-hari keutamaan ini adalah tentang memilih cara Allah untuk melakukan segala sesuatu, melihat dan menilai segala hal dari sudut pandang Kristus bukan dari kebijaksanaan duniawi; dan bukan dari pemikiran kita sendiri
Nilai budaya dan karakter Kristiani Kesederhanaan:Jujur dalam berkata dan bertindak, tulus dan bijaksana, hidup hemat, komunikasi dengan sederhana dan mudah dimengerti, solider, menghargai pendapat dan perbedaan, kerapian berbusana dll.

3. Cinta Kasih (Charity). “Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita ...” (1Yoh 4:10) Cinta kasih itu membawa konsekwensi bahwa tanda kita mengasihi Allah dengan  memberi waktu dan ruang dalam hati kita untuk merasakan kasih Allah. Marilah mengasihi Tuhan saudara-saudaraku, namun marilah mengasihiNya dengan menyingsingkan lengan baju kita, dan  mencucurkan keringat kita (SV) Kasih itu afektif dan efektif.
Nilai Budaya dan Karakter Kristiani  Vinsensian dalam Cinta Kasih:Toleransi, saling menghargai, meneguhkan, cinta damai, kerja keras, disiplin, tanggungjawab, bersahabat, pemaaf, ramah, sopan santu, tegas, adil dan berprinsip, peduli dengan sesama dll.

4. Matiraga (Mortification) adalah tindakan penyangkalan mengenai apa-apa yang disukai oleh natura atau kodrat kita. Menolak segala macam kesenangan diri yang merugikan kehidupan saat ini maupun masa mendatang karena menjauhkan diri dari Kasih Yesus. Vinsensius menghubungkan matiraga dengan sikap lepas bebas dari segala yang mengikat kita.  Segala yang kita jalankan hanya untuk mencintai Allah, untuk menyesuaikan keputusan kita pada Allah dan menyerahkan kehendak kita pada Allah.
Nilai Budaya dan Karakter Kristiani Vinsensian dalam Matiraga: Mengendalikan diri, Berani berkorban, Memberi waktu untuk berdoa, Belajar dengan rajin dan tekun, Taat pada peraturan, Menghargai orang tua, guru dan sesama, Menggunakan alat komunikasi dengan benar dll.

5. Menyelamatkan jiwa (Zeal for Souls) artinya menyelamatkan umat manusia dan menariknya kembali ke dalam hubungan yang benar dengan Allah. Kasih dan kerahiman Allah menunjukkan kehendak-Nya untuk mendamaikan manusia dengan Allah. “Jika kasih Allah adalah api, maka semangat (hati yang berkobar) untuk menyelamatkan jiwa-jiwa adalah nyalanya (XII, 307-308) Semangat hati yang berkobar-kobar untuk mencintai Allah dengan bersedia diutus pergi ke mana saja untuk meluaskan Kerajaan Allah.
Nilai Budaya dan Karakter Kristiani  Vinsensian dalam Menyelamatkan Jiwa: Rajin Berdoa,Mencintai Sabda Allah dan melaksanakannya, Meyakini bahwa Allah hadir dalam diri sesame, Cinta Damai – saling mengampuni, Penuh kasih, Setia dalam melayani, Bertobat – memperbaiki diri terus menerus, Saling menghormati, menghargai dll.

Profesional adalah kemamampuan menguasai  ilmu pengetahuannya secara mendalam, memiliki keahlian dan keterampilan , mampu melakukan kerativitas dan inovasi atas bidang yang disenanginya serta harus selalu berfikir positif dengan menjunjung tinggi etika dan integritas profesi; Budaya dan Karakter Kristiani Siswa :Kerja Keras. Jujur, Disiplin, Toleransi, Responsf ICT, Responsif IPTEKTeliti, Berfikir Kritis, Berani Berdebat, Kerja Keras, Produktif dll.

Pribadi Utuh adalah menjaga keseseimbangan antara Iman, Ilmu dan Pribadi, Budaya dan Karakter Kristiani Siswa : Penuh Kasih, Beryukur, Rendah hati, Kreatif, Anlitis, Berfikir Kritis dan Logis, Pantang menyerah,  Kerja Keras dan Sopan-santun dll.